Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) kembali menyelenggarakan Sosialisasi Undang-Undang (UU) Kekayaan Intelektual (KI) No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten, dan UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis yang sebelumnya diselenggarakan di kota Banjarmasi. Dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat terkait kebijakan yang terdapat pada UU KI  tersebut, DJKI bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Barat, Selasa (8/8/2017) di kota Pontianak.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Barat, Rochadi Iman Santoso didampingi jajarannya membuka secara resmi acara sosialisasi UU KI, mewakili Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Aidir Amin Daud.

Dalam sambutannya, Rochidi menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi, serta seni dan sastra berkembang sangat cepat, menuntut pemerintah dalam hal ini DJKI kemnkumham untuk melakukan upaya untuk melindungi inovasi dan kreatifitas anak bangsa, salah satunya dengan cara merevisi UU KI dan menerapkan aturan-aturan baru dalam perundang-undangan di bidang KI.

Topik bahasan dalam acara ini diantaranya mengenai strategi perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal melalui Pembangunan Pusat Data Nasional oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KI (Sesditjen KI) Razilu, kemudian dilanjutkan oleh Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Fathlurachman terkait pokok-pokok perlindungan UU merek dan indikasi geografis.

Pada sesi kedua, Timbul Sinaga selaku Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang, menyampaikan materi tentang perubahan yang terdapat pada UU Paten yang baru, dan topik mengenai perlindungan yang terdapat pada UU Hak Cipta yang disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Sertifikasi dan Dokumentasi, Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri, Nurbaya.

Sebanyak 71 (tujuh puluh satu) orang peserta yang terdiri dari Instansi Pemerintah, Akademisi, UMKM, dan perwakilan dari Kantor Wilayah menghadiri acara sosialisasi ini.

Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat di kota Pontianak lebih memahami perlindungan kekayaan intelektual sesuai yang terdapat di dalam UU KI yang baru. (Humas DJKI, Agustus 2017)

 

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menerima 76 (tujuh puluh enam) orang Mahasiswa beserta Dosen pendamping dari Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung, Lampung, melakukan kunjungan studi ke DJKI yang diselenggarakan di Aula Lantai 8, Gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Senin (7/8/2017).

Dalam sambutan pembuka Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan KI, DJKI Dede Mia Yusanti yang dibacakan oleh Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kerja Sama Dalam Negeri Habibah “Kekayaan Intelektual (KI) memliliki peran sangat penting dalam menunjang perkembangan perekonomian negara sehingga diperlukan pengelolaan dan pemanfaatan KI yang baik dan efektif demi kemajuan bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang pada hakekatnya adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) karena KI berurusan dengan produk dan proses yang berkaitan dengan olah pikir manusia. Dengan pengembangan sistem KI diharapkan akan berkembang pula SDM kita terutama terciptanya budaya inovatif dan inventif.”

Acara sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Kepala Seksie (Kasi) Antar Lembaga Pemerintah dan Monitoring Handi Nugraha, dan  kegiatan ditutup dengan sesi Tanya Jawa.

021-29027417

humas.hki@gmail.com

Alamat

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 8-9
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 8-9
Kuningan - Jakarta Selatan
Kuningan- Jakarta Selatan, Indonesia
12940
12940

Jam Kerja

Senin - Jum'at
Senin - Jumat
07:30 - 16:00 WIB
07:30 - 16:00 WIB
Loket
Loket Layanan Kekayaan Intelektual