Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham) bekerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dalam Penandatanganan Kerja Sama antara Direktorat Teknologi Informasi Kekayaan Intelektual dan Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) tentang pemanfaatan sertifikat elektronik pada sistem informasi kekayaan intelektual (KI) di Aula Lantai 8, Gedung DJKI, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Penandatangan kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Teknologi Informasi KI, Razilu dengan Kepala Balai Sertifikasi Elektronik, Anton Setiyawan dan di saksikan oleh Plt. Direktur Jenderal KI, Aidir Amin Daud dan Sekretaris Utama Lemsaneg, Syahrul Mubarak.

Dalam sambutannya, Aidir Amin Daud menyampaikan bahwa pentingnya keamanan sistem informasi KI dalam pelayanan online berbasis elektronik. “Pelayanan online yang menggunakan elektronik tentunya perlu juga diimbangi dengan sistem keamanannya, karena saat ini semua pelayanan di DJKI merujuk online dalam bentuk apapun juga.”, ujar Aidir Amin Daud dalam sambutannya.

Sebelumnya, Syahrul Mubarak selaku Sekretaris Utama Lemsaneg juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa dahulu persandian, lebih banyak dikenal oleh lingkungan militer dan diplomasi, namun dengan berkembangnya teknologi informasi khususnya internet, maka keamanan informasi itu menajdi suatu kebutuhan di semua sektor, baik militer, ekonomi, bahkan pelayanan publik.

“Karena di era sekarang ini bukan hanya aspek keamanan informasi atau kerahasiaan saja, namun keotentikan suatu informasi, ketersediaan informasi, dan keutuhan informasi perlu diamankan”, lanjutnya saat pidato sambutan.

Sertifikat elektronik yang dikelola oleh Balai Sertifikasi Elektronik Lemsaneg ini memberikan jaminan otentikasi data dan menjamin keutuhan data di dalam dokumen, serta sebagai anti penyangkalan atau pemalsuan dari suatu keutuhan data.

Selain itu, dengan adanya sertifikat elektronik dapat mengurangi beban biaya negara dalam menerbitkan sertifikat. “Karena berkurangnya biaya pos dalam pengiriman secara manual, dan tidak perlu lagi menyediakan kertas dan toner yang lebih banyak,  dan pastinya dari segi SDM tidak membutuhkan terlalu banyak orang, karena mereka sudah secara otomatis akan melakukan pencetakan oleh pemohonnya sendiri”, ucap razilu ditempat terpisah.

Lanjutnya, “dengan diberlakukannya sertifikasi elektronik ini, efisiensi penghematan anggaran menjadi cukup besar. “Misalnya saja  anggaran satu tahun untuk membeli toner printer ini saja sebesar 3,5 Miliar”.

Razilu menjelaskan, bukan hanya dari sisi efisiensi anggaran saja, tetapi yang paling penting adalah pemohon merasa yakin dengan layanan yang kami berikan, bahwa ini adalah akurat, aman, dan tidak bisa di jiplak oleh orang lain.

Sertifikasi digital ini sebagai langkah penjegahan terhadap orang lain yang ingin meniru dan memalsukan. “orang lain pun tidak akan bermain-main untuk melakukan peniruan”, ujar Direktur TI KI Razilu. (Humas DJKI, Agustus 2017)

 


Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham) bekerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dalam Penandatanganan Kerja Sama antara Direktorat Teknologi Informasi Kekayaan Intelektual dan Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) tentang pemanfaatan sertifikat elektronik pada sistem informasi kekayaan intelektual (KI) di Aula Lantai 8, Gedung DJKI, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Penandatangan kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Teknologi Informasi KI, Razilu dengan Kepala Balai Sertifikasi Elektronik, Anton Setiyawan dan di saksikan oleh Plt. Direktur Jenderal KI, Aidir Amin Daud dan Sekretaris Utama Lemsaneg, Syahrul Mubarak.

Dalam sambutannya, Aidir Amin Daud menyampaikan bahwa pentingnya keamanan sistem informasi KI dalam pelayanan online berbasis elektronik. “Pelayanan online yang menggunakan elektronik tentunya perlu juga diimbangi dengan sistem keamanannya, karena saat ini semua pelayanan di DJKI merujuk online dalam bentuk apapun juga.”, ujar Aidir Amin Daud dalam sambutannya.

Sebelumnya, Syahrul Mubarak selaku Sekretaris Utama Lemsaneg juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa dahulu persandian, lebih banyak dikenal oleh lingkungan militer dan diplomasi, namun dengan berkembangnya teknologi informasi khususnya internet, maka keamanan informasi itu menajdi suatu kebutuhan di semua sektor, baik militer, ekonomi, bahkan pelayanan publik.

“Karena di era sekarang ini bukan hanya aspek keamanan informasi atau kerahasiaan saja, namun keotentikan suatu informasi, ketersediaan informasi, dan keutuhan informasi perlu diamankan”, lanjutnya saat pidato sambutan.

Sertifikat elektronik yang dikelola oleh Balai Sertifikasi Elektronik Lemsaneg ini memberikan jaminan otentikasi data dan menjamin keutuhan data di dalam dokumen, serta sebagai anti penyangkalan atau pemalsuan dari suatu keutuhan data.

Selain itu, dengan adanya sertifikat elektronik dapat mengurangi beban biaya negara dalam menerbitkan sertifikat. “Karena berkurangnya biaya pos dalam pengiriman secara manual, dan tidak perlu lagi menyediakan kertas dan toner yang lebih banyak,  dan pastinya dari segi SDM tidak membutuhkan terlalu banyak orang, karena mereka sudah secara otomatis akan melakukan pencetakan oleh pemohonnya sendiri”, ucap razilu ditempat terpisah.

Lanjutnya, “dengan diberlakukannya sertifikasi elektronik ini, efisiensi penghematan anggaran menjadi cukup besar. “Misalnya saja  anggaran satu tahun untuk membeli toner printer ini saja sebesar 3,5 Miliar”.

Razilu menjelaskan, bukan hanya dari sisi efisiensi anggaran saja, tetapi yang paling penting adalah pemohon merasa yakin dengan layanan yang kami berikan, bahwa ini adalah akurat, aman, dan tidak bisa di jiplak oleh orang lain.

Sertifikasi digital ini sebagai langkah penjegahan terhadap orang lain yang ingin meniru dan memalsukan. “orang lain pun tidak akan bermain-main untuk melakukan peniruan”, ujar Direktur TI KI Razilu. (Humas DJKI, Agustus 2017)

 


021-29027417

humas.hki@gmail.com

Alamat

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 8-9
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 8-9
Kuningan - Jakarta Selatan
Kuningan- Jakarta Selatan, Indonesia
12940
12940

Jam Kerja

Senin - Jum'at
Senin - Jumat
07:30 - 16:00 WIB
07:30 - 16:00 WIB
Loket
Loket Layanan Kekayaan Intelektual