Balikpapan, Kalimantan Timur – Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Aidir Amin Daud membuka kegiatan Sosialisasi Undang-undang Kekayaan Intelektual dan hadir 50 (lima puluh) peserta yang terdiri dari jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Pemerintah Daerah setempat dan kalangan akademisi dari Universitas Balikpapan, Selasa (29/08/2017). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, hadir pula Direktur Paten, Rahasia Dagang dan DTLST, Timbul Sinaga dan Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa, Salmon Pardede. Tujuan dari diadakannya sosialisasi ini adalah agar masyarakat dan para stakeholder mendapatkan pemahaman terkait dengan manfaat dari Kekayaan Intelektual (KI) secara umum, kegunaan atau keuntungan yang diperoleh atas KI dan mekanisme perlindungan KI bagi pemegang hak khususnya dan bagi perekomian Indonesia umumnya.

Dalam kesempatan ini, Aidir Amin Daud juga memberikan penjelasan mengenai manfaat dari diberlakukannya Undang-undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU HC), Undang-undang Nomor 13 tentang Paten (UU Paten) dan Undang-undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU Merek dan IG) yang lebih mengedepankan kepentingan dalam negeri. Pemberlakuan UU HC, UU Paten dan UU Merek dan IG diharapkan akan menaikan posisi tawar Indonesia di pasar dunia sehingga mampu bersaing dengan negara-negara lain dan di topang dengan perlidungan hak yang lebih menjamin pelaku KI dalam andil dalam perdagangan internasional.

Aidir Amin Daud menyerukan, “Sejatinya, sistem KI bertujuan untuk menumbuhkan suatu lingkungan yang kondusif sehingga kreativitas dan inovasi dapat tumbuh dan berkembang agar dapat bersaing secara sehat di dunia perdagangan global.” Pemerintah senantiasa melakukan berbagai upaya untuk melindungi, menumbuhkembangkan inovasi dan kreativitas anak bangsa. Hal-hal yang telah dilakukan salah satu adalah dengan cara merevisi Undang-undang KI dan menetapkan aturan-aturan baru dalam peraturan perundang-undangan di bidang KI agar lebih mengoptimalkan KI termasuk perlidungan hak KI sehingga tidak terjadi pengakuan dari pihak-pihak lain yang dapat merugikan tidak saja terhadap pemegang hak itu sendiri melainkan dapat berpengaruh terhadap perekonomian bangsa. “Kita tidak dapat memungkiri bahwa ilmu pengetahuan, teknologi di berbagai bidang termasuk teknologi informasi dan komunikasi, seni dan sastra berkembang sangat cepat. Hal ini tentunya, menuntut kita untuk selalu mengikuti perkembangan zaman dengan meningkatkan pelayanan dan memberikan kepastian hukum bagi industri, UMKM, universitas, dan lembaga penelitian dan pengembangan”, tambah Aidir Amin Daud.

Kegiatan di Balikpapan ini merupakan rangkaian kegiatan terakhir di tanah Borneo dari agenda Sosialisasi Undang-undang Kekayaan Intelektual, dimana sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan serupa di Banjarmasin dan Pontianak. Hadir dalam acara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Ka. Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Timur, Agus Saryono dan didampingi oleh Kepala Divisi Administrasi (Ka. Div. Min), Iwan Santoso dan Kepala Divisi Pelayanan Hukum (Ka. Div. Yankum), Amru Walid Batubara. (Humas DJKI- Agustus 2017)

021-29027417

humas.hki@gmail.com

Alamat

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 8-9
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 8-9
Kuningan - Jakarta Selatan
Kuningan- Jakarta Selatan, Indonesia
12940
12940

Jam Kerja

Senin - Jum'at
Senin - Jumat
07:30 - 16:00 WIB
07:30 - 16:00 WIB
Loket
Loket Layanan Kekayaan Intelektual