Direktorat Teknologi Informasi Kekayaan Intelektual (Dit TI-KI) Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyelenggarakan rapat kerja teknis (rakernis) selama tiga hari pada Jumat hingga Minggu (5-7/5/2017) di Ruang Gading Cafe, Aston Hotel & Resort Bogor.

Acara diawali dengan pembukaan dari Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Sesditjen KI) Razilu. Dalam sambutannya Razilu ingin mengingatkan kembali bahwa pada awal tahun 2017 diadakan rapat koordinasi nasional seluruh pejabat di lingkungan Kemenkumham yang dihadiri oleh Menteri Hukum dan Ham, seluruh Pimpinan Tinggi Madya, Staf Khusus, Pimpinan Tinggi Pratama dari unit-unit Eselon I, dimana hasil rapat tersebut agar mewujudkan Reformasi Hukum e-Gov PASTI Nyata. 

"Salah satu hal yang ditetapkan sebagai kegiatan untuk mendukung e-Gov PASTI Nyata dari Ditjen KI adalah dengan dibuatnya permohonan elektronik untuk paten, merek dan desain industri", ujar Razilu saat sambutan pembukaan acara rakernis Dit TI-KI 2017. 

Lanjutnya, upaya dalam mewujudkan e-Gov PASTI Nyata ini, DJKI mendapat bantuan dari World Intellectual Property Organization (WIPO) terkait dengan data digitalisasi.

Menyinggung apa yang pernah di ungkapkan Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar yang menyatakan bahwa reformasi birokrasi itu identik dengan pemanfaatan e-Gov di seluruh Instansi Pemerintahan. Oleh karenanya, Dit TI-KI adalah salah satu unit paling penting untuk membuat layanan publik yang akurat, cepat, dan murah dengan menerapkan sistem elektronik. 

Rakernis Dit TI-KI tahun 2017 yang mengusung tema DJKI PASTI e-Gov ini turut mengundang perwakilan dari Tata Usaha (TU) masing-masing Direktorat di Ditjen KI, serta mengundang perwakilan dari BPSDM dan Inspektorat Kemenkumham. 

Menurut Direktur Teknologi Informasi Kekayaan Intelektual (Dir TI-KI) Yasmon, "Dit TI-KI mengundang kawan-kawan yang lain ini, untuk bisa memberikan gambaran kepada kawan-kawan bahwa seperti inilah cara kerja kami di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual", ujarnya sebelum pembekalan materi pertama. 

Sebagai suatu organisasi, Dit TI-KI tidak dapat berdiri sendiri dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, perlu adanya dukungan dari pihak lain. Yasmon mengatakan "di internal DJKI ada Sekretariat, ada Dit TI-KI, dan juga Direktorat Kerja Sama dan Pemberdayaan KI yang menurut hemat saya adalah unit kerja fasilitatif, sementara itu Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang, Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri, dan Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa merupakan Direktorat teknis serta merupakan pelanggan atau customer dari unit-unit pendukung".

Adapun pembekalan materi di hari pertama rakernis Dit TI-KI adalah mengenai "Dukungan Sekretariat Dalam Rangka Pelayanan KI Berbasis Teknologi Informasi" yang disampaikan oleh Sesditjen KI Razilu, dan dilanjutkan pembekalan materi oleh Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenkumham Johno Supriyanto mengenai "Arah Kebijakan Pengembangan Teknologi Informasi Kementerian Hukum dan HAM". (Humas, Mei 2017)

021-29027417

humas.hki@gmail.com

Alamat

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 8-9
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 8-9
Kuningan - Jakarta Selatan
Kuningan- Jakarta Selatan, Indonesia
12940
12940

Jam Kerja

Senin - Jum'at
Senin - Jumat
07:30 - 16:00 WIB
07:30 - 16:00 WIB
Loket
Loket Layanan Kekayaan Intelektual