Direktorat Jendera Kekayaan Intelektual (DJKI) menyelenggarakan workshop tentang Hak Cipta untuk Pejabat dan Asesor di Kementerian Riset,  Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Kamis (9/3/2017) di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan.

Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Erni Widhyastari yang mewakili Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) membuka secara resmi workshop tentang Hak Cipta. Dalam sambutannya, dikatakan bahwa perlindungan KI merupakan salah satu cara untuk memberikan penghargaan kepada para kreator dan inovator yang telah menghasilkan karya-karya intelektual yang baru, kreatif dan inovatif yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan pembangunan hukum dan ekonomi serta pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Para pembicara yang turut menyampaikan materi dalam workshop tentang hak cipta ini adalah Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Erni  Widhyastari, Kepala Sub Direktorat Kerja Sama Luar Negeri KI Andrieansjah, Kepala Sub Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri Budi Suratno, dan yang menjadi moderatornya adalah Ahmad Rifadi, Kepala Seksi Lembaga Manajemen Kolektif dan Habibah Kepala Sub Direktorat Kerja Sama Dalam Negeri.

Terselenggaranya seminar ini, sehubungan dengan telah di tandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkunham) dengan Kemenristekdikti tentang inovasi berbasis Hak Kekayaan Intelektual, serta adanya nota kesepahaman antara Kemenkumham dengan Kemendikbud tentang Kekayaan Intelektual (KI) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang KI khususnya, pada fungsi pendidikan.

Dunia pendidikan dan bidang hak cipta memiliki keterkaitan yang sangat erat. Hal ini karena pendidikan merupakan faktor utama tumbuhnya kesadaran dan memacu motivasi seseorang untuk menghargai karya cipta orang lain.

Dalam konsep hak cipta terdapat aturan mengenai penggunaan hak cipta bagi dunia pendidikan. Konsep tersebut adalah pembatasan dan pengecualian. Pengecualian hak cipta dalam hal ini berarti tidak berlakunya hak eksklusif yang diatur dalam hukum tentang hak cipta. Istilah pembatasan dan pengecualian hak cipta yang diatur dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 berlaku pada ciptaan yang digunakan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan dan tinjauan suatu masalah.

Di akhir sambutan, Erni menyampaikan kepada 50 peserta yang hadir bahwa “Direktorat Jenderal KI memiliki komitmen untuk melaksanakan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang KI khususnya pada fungsi pendidikan sebagai upaya memulai proses menuju budaya inofatif dan kreatif”. (Humas, Maret 2017)


021-29027417

humas.hki@gmail.com

Alamat

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 8-9
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 8-9
Kuningan - Jakarta Selatan
Kuningan- Jakarta Selatan, Indonesia
12940
12940

Jam Kerja

Senin - Jum'at
Senin - Jumat
07:30 - 16:00 WIB
07:30 - 16:00 WIB
Loket
Loket Layanan Kekayaan Intelektual